Kluwan wordpress

Dari Desa Kembali Ke Desa

SEKELUMIT SEJARAH TENTANG KUDA LUMPING INDONESIA

Posted by kluwan pada 15 Januari 2009

KUDA LUMPING KESURUPAN

KUDA LUMPING KESURUPAN

Ada satu permainan…

Permainan, unik sekali…

Orang naik kuda, tapi kuda bohong….

Namanya kuda lumping…..

Itu kuda lumping, kuda lumping, kuda lumping lompat-lompatan….

 Awalnya, menurut sejarah, seni kuda lumping lahir sebagai simbolisasi bahwa rakyat juga memiliki kemampuan (kedigdayaan) dalam menghadapi musuh ataupun melawan kekuatan elite kerajaan yang memiliki bala tentara. Di samping, juga sebagai media menghadirkan hiburan yang murah-meriah namun fenomenal kepada rakyat banyak. 

 Di atas adalah salah satu bait lagu dangdut milik Rhoma Irama yang terinspirasi dari permainan kesenian rakyat, tari kuda lumping, yang hingga kini masih tumbuh berkembang di banyak kelompok masyarakat di nusantara.

 Tarian tradisional yang dimainkan secara ”tidak berpola” oleh rakyat kebanyakan tersebut telah lahir dan digemari masyarakat, khususnya di Jawa, sejak adanya kerajaan-kerajaan kuno tempo doeloe.

 Kini, kesenian kuda lumping masih menjadi sebuah pertunjukan yang cukup membuat hati para penontonnya terpikat. Walaupun peninggalan budaya ini keberadaannya mulai bersaing ketat oleh masuknya budaya dan kesenian asing ke tanah air, tarian tersebut masih memperlihatkan daya tarik yang tinggi. Hingga saat ini, kita tidak tahu siapa atau kelompok masyarakat mana yang mencetuskan (menciptakan) kuda lumping pertama kali. Faktanya, kesenian kuda lumping dijumpai di banyak daerah dan masing-masing mengakui kesenian ini sebagai salah satu budaya tradisional mereka. Termasuk, disinyalir beberapa waktu lalu, diakui juga oleh pihak masyarakat Johor di Malaysia sebagai miliknya di samping Reog Ponorogo. Fenomena mewabahnya seni kuda lumping di berbagai tempat, dengan berbagai ragam dan coraknya, dapat menjadi indikator bahwa seni budaya yang terkesan penuh magis ini kembali ”naik daun” sebagai sebuah seni budaya yang patut diperhatikan sebagai kesenian asli Indonesia.

Dipecut, Makan Beling ( pecahan kaca / cermin / gelas / piring dll ) dan Semburan Api

Entah hal apa yang bisa membuat para pemainnya ini seperti orang kesurupan. Dilihat dari cara permainannya, para penari kuda lumping seperti mempunyai kekuatan maha besar, bahkan terkesan memiliki kekuatan supranatural. Kesenian tari yang menggunakan kuda bohong-bohongan terbuat dari anyaman bambu serta diiringi oleh musik gamelan seperti; gong, kenong, kendang dan slompret ini, ternyata mampu membuat para penonton terkesima oleh setiap atraksi-atraksi penunggan (penari) kuda lumping. Hebatnya, penari kuda lumping tradisional yang asli umumnya diperankan oleh anak putri yang berpakaian lelaki bak prajurit kerajaan. Saat ini, pemain kuda lumping lebih banyak dilakoni oleh anak lelaki.

Bunyi sebuah pecutan (cambuk) besar yang sengaja dikenakan para pemain kesenian ini, menjadi awal permainan dan masuknya kekuatan mistis yang bisa menghilangkan kesadaran si-pemain. Dengan menaiki kuda dari anyaman bambu tersebut, penunggan kuda yang pergelangan kakinya diberi kerincingan ini pun mulai berjingkrak-jingkrak, melompat-lompat hingga berguling-guling di tanah. Selain melompat-lompat, penari kuda lumping pun melakukan atraksi lainnya, seperti memakan beling dan mengupas sabut kelapa dengan giginya. Beling (kaca) yang dimakan adalah bohlam lampu yang biasa sebagai penerang rumah kita. Lahapnya ia memakan beling seperti layaknya orang kelaparan, tidak meringis kesakitan dan tidak ada darah pada saat ia menyantap beling-beling tersebut.

Jika dilihat dari keseluruhan permainan kuda lumping, bunyi pecutan yang tiada henti mendominasi rangkaian atraksi yang ditampilkan. Agaknya, setiap pecutan yang dilakukan oleh sipenunggang terhadap dirinya sendiri, yang mengenai kaki atau bagian tubuhnya yang lain, akan memberikan efek magis. Artinya, ketika lecutan anyaman rotan panjang diayunkan dan mengenai kaki dan tubuhnya, si penari kuda lumping akan merasa semakin kuat, semakin perkasa, semakin digdaya. Umumnya, dalam kondisi itu, ia kan semakin liar dan kuasa melakukan hal-hal muskil dan tidak masuk diakal sehat manusia normal.

Semarak dan kemeriahan permainan kuda lumping menjadi lebih lengkap dengan ditampilkannya atraksi semburan api. Semburan api yang keluar dari mulut para pemain lainnya, diawali dengan menampung bensin di dalam mulut mereka lalu disemburkan pada sebuah api yang menyala pada setangkai besi kecil yang ujungnya dibuat sedemikian rupa agar api tidak mati sebelum dan sesudah bensin itu disemburkan dari mulutnya. Pada permainan kuda lumping, makna lain yang terkandung adalah warna. Adapun warna yang sangat dominan pada permaian ini yaitu; merah, putih dan hitam. Warna merah melambangkan sebuah keberanian serta semangat. Warna putih melambangkan kesucian yang ada didalam hati juga pikiran yang dapat mereflesikan semua panca indera sehingga dapat dijadikan sebagai panutan warna hitam.

Sebagai sebuah atraksi penuh mistis dan berbahaya, tarian kuda lumping dilakukan di bawah pengawasan seorang ”pimpinan supranatural”. Biasanya, pimpinan ini adalah seorang yang memiliki ilmu ghaib yang tinggi yang dapat mengembalikan sang penari kembali ke kesadaran seperti sedia kala. Dia juga bertanggung-jawab terhadap jalannya atraksi, serta menyembuhkan sakit yang dialami oleh pemain kuda lumping jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan dan menimbulkan sakit atau luka pada si penari. Oleh karena itu, walaupun dianggap sebagai permainan rakyat, kuda lumping tidak dapat dimainkan oleh sembarang orang, tetapi harus di bawah petunjuk dan pengawasan sang pimpinannya.

Perlu Terus Dipelihara dan Dikembangkan

Secara garis besar, begitu banyak kesenian serta kebudayaan yang ada di Indonesia diwariskan secara turun-menurun dari nenek moyang bangsa Indonesia hingga ke generasi saat ini. Sekarang, kita sebagai penerus bangsa merupakan pewaris dari seni budaya tradisional yang sudah semestinya menjaga dan memeliharanya dengan baik. Tugas kita adalah mempertahankan dan mengembangkannya, agar dari hari ke hari tidak pupus dan hilang dari khasanah berkesenian masyarakat kita.

Satu hal yang harus kita waspadai bahwa Indonesia masih terus dijajah hingga sekarang dengan masuknya kebudayaan asing yang mencoba menyingkirkan kebudayaan-kebudayaan lokal. Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus bangsa bangkitlah bersama untuk mengembalikan kembali kebudayaan yang sejak dahulu ada dan jangan sampai punah ditelan zaman modern ini. Untuk itu, kepada Pemerintah dan masyarakat diharapkan agar secara terus-menerus menelurusi kembali kebudayaan apa yang hingga saat ini hampir tidak terdengar lagi, untuk kemudian dikembangkan dan dilestarikan kembali nilai-nilai kebudayaan Indonesia.

About these ads

25 Tanggapan to “SEKELUMIT SEJARAH TENTANG KUDA LUMPING INDONESIA”

  1. purwodadi berkata

    Sekarang sudah sangat sulit mencari kesenian Kuda Lumping.. Kesenian tradisional dari jawa sedikit demi sedikit sudah mulai hilang di telan kemajuan zaman… Kalah dengan PS dan Game. Kesenian Tayup dari Grobogan saja sekarang sulit di temukan, kalah saingan dengan DANGDUT.. he..he..

    Hayoo yang muda-muda bersama nguri-uri kabudayan jawa..

    Salam Buat Mas Edi.. Kapan Mudik nih..!

  2. Warda berkata

    Mas … Lagunya syairnya jaman sekarang sudah berubah menjadi :
    ” kuda Lumping, Nasibnya Nungging, Mencari makan terpontang-panting ”
    ( kalau gak salah di nyanyikan *iwan fals* )…
    Dulu saya ingat waktu masih kecil ada kuda lumping senang banget. Eh…sekarang lihat kuda lumping waktu saya kebetulan di pasar Purwodadi, kuda lumpingnya di tertawain orang banyak…kasihan :lol:

  3. Warda berkata

    Untuk Tayub juga mulai tenggelam, padahal kesenian unggulannya Grobogan. (kalah dengan campursari, solo orjen,dang dut koplo, ps game, dll) kalau Ketoprak masih ada walaupun juga jarang.

    Dengan cara bagaimana nguri-nguri budaya jawa? kata mbah saya “bahasa jawa, budaya jawa, yang nemu orang belanda” Orang jawa gaya eropa dan amerika”. Itu kata mbah jawa lo? :lol: untuk acara mudik rencana bulan Maret 2009…do’ain ya?

  4. nisa berkata

    hai kuda…………..

    hohohoho……………..
    kuda kumping menurut saya kesenian yang menarik karna banyak diminati para anak anak……
    salam kenal

  5. Apri berkata

    Wah foto pemain kuda lumpingnya mirip tmn saya!

  6. kunthing berkata

    Mas Edy tau sejarah kluwan ndak ? tulis dong

  7. tom berkata

    kadang memang kelihatan aneh dan menyimpan banyak teka-teki
    tp itu adalah kebudayaan
    dia mempunyai banyak cerita dan makna….
    dalam tariannya banyak menceritakan sesuatu….
    sekarang Di kota & Kabupaten KEDIRI Jawa Timur ada kurang lebih 100 Paguyuban Kuda Lumping….
    dan yang paling Banyak Menarik Penonton Bernama SANJOYO PUTRO & PUTRA SURYA Khusus buat PUTRA SURYA masih menggunakan Alat2 Traditional(blm Terkontaminasi Alat Dang-nDut)

    ayo kawula muda Lesatarikan Budaya….Klo Bukan Kita Siapa Lagi….Betul Gak Mas ED

  8. ratno berkata

    di jakarta mash ada kho grup kuda lumping, aslinya dr banyumas

  9. stainless tanks berkata

    Skarang udah jarang banget kayanya petunjukan kuda lumping…
    Pada kemana yah udah pada pensiun yah orang”nya??

  10. uwi berkata

    kapan ya ada acara pertunjukan kesenian asli Indonesia, tolong di agendakan dong terutama oleh dinas kebudayaan Negara kita yg sangat kita cintai.

  11. tian hestiarto berkata

    mas/pak..atau siapapun penulis yg kreatif…saya mau buat sebuah penelitian tentang kuda lumping atau jaran kepang di lampung,,karna ajaibnya kesenian jawa ini tetap eksis di lampung..mungkin warisan para transmigran jawa jaman dulu..kira2 di mana ya saya bisa dapatkan buku2 untuk penelitian saya?..makasih

  12. luwid candra berkata

    haduh maju tyus
    kuda lumping
    \jagn sampe mu punah kaya kebudyan yag laen
    ok
    walaupun mu karng
    udaha agak punah
    mu harus trus smsngat

    merdeka kuda lumping

    hahahahahahahahhahahah

  13. GELOMBANG berkata

    KOTOR IKI

  14. nurul berkata

    tambah lagi dong sjarahnya

  15. suli partono berkata

    ebeg….kesenian murah meriah
    grup didesa saya mulai ada lagi tahun 2002,yang sebelumnya sempat vakum karena gamelan
    dan kuda kepangnya di jual….alhamdulilah sampai sekarang bisa nguri nguri budaya
    jawa.saya sendiri senang sekali melihatnya lebih lebih yang kesurupan asli.
    masalahnya ada yang cuma bohongan…karena mereka sulit dikendalikan ketika mau selesai
    dan payahnya kadang sebelumnya minum minuman berbau alkohol dulu….nah ni yang disayangkan
    juga cenderung penontonlah yang kesurupan bohongan dengan selalu mengincar teman temannya.

    ebeg
    kesenian yang datang dengan sendirinya sebagai iringan di musim panen adalah fenomena
    tersendiri….biasanya hanya dengan satu sampai tiga pemain dengan jumlah gamelan
    yang dikurangi untuk memberi hiburan pada setiap pintu rumah….adalah sinyal bahwa
    kesenian kuda lumping kembang kempis.mereka semata senang memainkan perannya,iringan
    gamelan selaras dengan alam,tapi siapa yang mau perduli…mereka tidak meminta belas
    kasihan dengan beberapa receh uang logam.
    pak menteri kebudayaan…..
    sebuah kesenian seperti grup wayang orang….mengalami masa keemasan yang lama.
    yang akhirnya lambat laun surut ditelan jaman,kethoprak….wayang kulit dengan
    dalang dalang kenamaan….harus segera di uri uri, dijadikan keramat BAHWA asat
    budaya bangsa indonesia di tangan tangan mereka.budaya yang adiluhung…penuh
    makna….silakan cermati dan renungkan perjalanan epos ramayana…dan mahabarata.
    begitu juga ebeg….kesenian kesejatian diri dalam badan manusia…bahwa ditanah
    jawa ini hidup rukun berdampingan,tidak saling mengganggu satu denagn yang lain,
    lihat sekeliling kita.saling menghormati leluhur dan pasrah pada yang beri hidup.
    salam dari suka budaya
    suli

  16. Hery Tasrony berkata

    Kalu di tempat saya kesenian Kuda Lumping di kembangkan oleh anak-anak daeah yang bukan warga asli asalnya kesenian tersebut alhamdulilah maju …………..salam paguyuban kuda lumping

  17. jambrong berkata

    di pontianak tempat saya masih banyak lho,,, tpi aksinya tidak sebanyak seperti yang di jawa,,,

  18. sheythee berkata

    ada sejarah yang lebih lengkap nggak?

  19. Jerry berkata

    Tambah Grup-grup terkenalnya dunk!

  20. adell berkata

    ,,kuda lumping nya baguz deh…
    ,,ayah qw jga pnya grup kuda lumping nama nya Wahyu Turonggo Jati dari deza kutasari kec.baturraden kab.banyumas…
    ,,kuda lumping nya bguz loh…
    ,,pemain nya jga bguz,dah pernah tampil di skitar kec.baturraden..
    ,pokok nya bguz dech…
    ,qw jga ska kuda lumping,cz kuda lumping ntu ksenian yang hmpir punah,mknya qw ska ma kda lmping n bsa mneruskan ksenian kda lmping…

  21. Kang Wahono berkata

    mangstaf gan artikelnya…..
    like this…
    mari kita lestarikan budaya bangsa….
    sebagai sebuah aset yang luar biasa….
    salam kenal bung dr kota kecil di jawa tengah

  22. Zie ismi berkata

    Ya. Saya setuju sekali. Kebudayaan harus dijaga. Agar tidak pupus. I Love Indonesia.

  23. wage berkata

    ayok kita lestarikan budaya jawa,,, kalau enggak kita siapa lagi,, ya ngak mas brow

  24. rudi hartono berkata

    ass……..
    touk kwan2 yg ada di dunia maya, doain kmi ya agar plaksanaan kuda kepang di laubaleng tanah karo berjaln lancr,,,,,, saya slaku humas paguyaban PUJAKESUMA beserta rekan2 yg laen akan menjunjung tinggi seni kuda kepang dan mengharumkan nama PUJAKESUMA……….
    amiiiiiinnnn……..amiiiiiiiiiiinnnnnnnn…………amiiiiiiiiiinnnnnnnnn ya robbal alamin

  25. SEILA berkata

    OK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: