Kluwan wordpress

Dari Desa Kembali Ke Desa

Menunggu Visitor dan Investor

Posted by kluwan pada 29 September 2008

kampung pasar kluwan

kampung pasar kluwan

Kampung pasar ( Karang rejo )Desa Kluwan Kecamatan Penawangan Kabupaten Purwodadi-Grobogan.Satu kampung ada 3 mushola.Ketua RT. Masturi.Kampung jalannya aspal.Menuju balai desa,lapangan,Sekolah Dasar Negeri 1 dan 2. Desa Kluwan terbagi 8 kampung.

1. Kampung/dusun Krajan.2. Kampung/dusun Karang rejo. 3. Kampung/dusun Kauman. 4. Kampung/dusun Tumbal. 5. Kampung/dusun Ngrapah. 6. Kampung/dusun Ngemplak. 7. Kampung/dusun Dublong. 8. Kampung/dusun Ngetuk. Bagaimana bisa membuat berita?kirim sms ke no hp +966507540560 atau kirim (E-mail taxiksa_grobogan@yahoo.com ) Berita apapun yang bernuansa membangun. Desa Kluwan mayoritas beragama islam. Nama kepala desa kluwan Bapak Puji Haryanto, SH. Putra Almarhum Bapak kepala desa Mardjan.

PENGEMBANGAN PRIMA TANI LAHAN SAWAH DESA KLUWAN, KEC. PENAWANGAN, KAB. GROBOGAN
I. PELAKSANAAN PRIMA TANI…
Pemilihan lokasi mengacu pada beberapa kriteria yang ditentukan oleh tim program BPTP Jawa Tengah dan kriteria sesuai dengan petunjuk pelaksanaan Prima Tani dari Badan Litbang Pertanian. Untuk memenuhi kriteria-kriteria tersebut maka penentuan lokasi dilakukan dengan menggunakan tahapan sebagai berikut:  – Koordinasi dengan instansi terkait di tingkat kabupaten, yaitu Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Bappeda Kabupaten Grobogan. Dari kootdinasi ini diperoleh 4 nominasi desa calon lokasi Prima Tani, yaitu Desa Katong Kecamatan Toroh, Desa Kluwan Kecamatan Penawangan, Desa Dorolegi Kecamatan Godong dan Desa Karangharjo Kecamatan Pulokulon;- Koordinasi dengan instansi terkait di tingkat kecamatan dan desa serta observasilapangan di desa-desa nominasi. Dari tahapan ini diperoleh nominasi dua desa calon
lokasi Prima Tani, yaitu Desa Katong Kecamatan Toroh dan Desa Kluwan Kecamatan Penawangan,- Identifikasi potensi dan masalah melalui PRA di dua desa nominasi menghasilkan.Dari tahapan ini diperoleh dua alternatif Rancang Bangun Laboratorium Agribisnis di dua desa nominasi, road map, beserta informasi tentang inovasi teknologi dan kelembagaan, serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan,- Berdasarkan hasil PRA selanjutnya finalisasi penentuan lokasi diserahkan kepadaSatuan Kerja Pelaksana RPPK Kabupaten Grobogan. Dari tahapan ini disepakati bahwa Prima Tani dilaksanakan di Desa Kluwan, Kecamatan Penawangan. Desa ini memiliki sub-agroekosistem lahan sawah intensif (sesuai dengan plot nominasi lahan Prima Tani di Kabupaten Grobogan) dan mendapat dukungan dari instansi terkait di tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan propinsi. 1.1.2. Organisasi pelaksana dan jaringan kerjasama Untuk pelaksanaan Prima Tani telah dibentuk Tim Teknis tingkat propinsi yang beranggotakan Kepala-kepala Dinas Teknis tingkat propinsi yang dikoordinir oleh kepala Biro Perekonomian Propinsi, dan Tim Teknis tingkat kabupaten yang beranggotakan staf bagian Program satuan kerja RPPK Kabupaten Grobogan. Sedangkan di tingkat Desa telah dibentuk kepengurusan Gabungan Kelompok Tani sebagai operator Laboratorium Agribisnis. Tim BPTP berfungsi sebagai fasilitator dan pendamping inovasi teknologi dan kelembagaan.1.1.3. Pemilihan komoditas unggulan komoditas unggulan dirumuskan berdasarkan hasil PRA dan telah disosialisasikan dan mendapat persetujuan di instansi terkait tingkat desa, kecamatan, pemerintah kabupaten dan propinsi. Komoditas unggulan juga telah disosialisasikan dan mendapat dukungan dalam workshop rancang bangun Prima Tani yang diadakan oleh Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Komoditas unggulan sesuai dengan potensi lahan adalah padi, kacang hijau dan ternak domba ekor gemuk. Komoditas penyangga terdiri dari melon dan semangka (di lahan sawah) dan pisang serta mangga (di lahan pekarangan dan tegalan). 1.1.4. Perumusan inovasi teknologi dan kelembagaan Rumusan inovasi teknologi dan kelembagaan yang tertuang dalam Rancang Bangun Laboratorium Agribisnis telah dibahas dalam forum-forum pertemuan interaktif, baik di tingkat desa, kabupaten, propinsi dan nasional. Dalam pertemuan-pertemuan tersebut telah dilakukan perbaikan-perbaikan yang relevan sesuai dengan saran-saran dari berbagai pihak, termasuk pemda/bappeda propinsi/kabupaten dan Balit/Puslit. Secara rinci inovasi teknologi dan kelembagaan yang diintroduksikan untuk mengembangkan usaha-usaha agribisnis di lokasi Prima Tani adalah sebagai berikut:- Intensifikasi usahatani padi dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan keuntungan usahatani. Berdasarkan permasalahan yang ada, maka komponen inovasi yang diintroduksikan meliputi: (1) penggunaan benih berkualitas secara berkelanjutan, (2) pemupukan N, P, dan K sesuai dengan kebutuhan tanaman dan status hara spesifik lokasi, (3) sistem tanam jajar legowo dua baris, dan (4) percepatan dekomposisi bahan organik sebelum tanam MT-2. – Untuk mengembangkan usaha ternak domba ekor gemuk diintroduksikan inovasiinovasi:
(1) skala usaha 9 ekor per-unit usaha dengan rasio satu jantan : 8 ekor betina,
(2) pengelolaan pakan berbasis bahan / sumber daya spesifik lokasi, (3) kandang
panggung, dan (4) perbaikan pengelolaan reproduksi. – Untuk mengoptimalkan pemanfaatan hasil ikutan usahatani tanaman, utamanya hasil ikutan usahatani padi berupa jerami dan hasil ikutan usahatani kacang hijau berupa brangkasan diintroduksikan inovasi-inovasi: (1) fermentasi dan pengemasan yang
ditujukan untuk meningkatkan efektifitas serapan nutrisi, meningkatkan daya simpan
bahan pakan dan dapat dipasarkan sebagai sumber penghasilan, dan (2) pembuatan
formula pakan lengkap berbasis bahan lokal, baik untuk pemenuhan kebutuhan
sendiri maupun dipasarkan. – Penumbuhan kelembagaan Gapoktan dan revitalisasi kelembagaan kelompok tani untuk mengembangkan pelayanan iptek, saprotan, alsintan, pengendalian OPT, pemasaran dan permodalan. 1.1.5. Pembentukan klinik agribisnis Telah dibangun kelembagaan layanan iptek di tingkat desa. Pengelolaan dilakukan oleh devisi layanan iptek Gapoktan dengan pendampingan oleh tenaga detasir
BPTP dan PPL setempat. Kelembagaan ini melayani konsultasi iptek pertanian dan difasilitasi dengan berbagai bahan bacaan berupa leaflet, brosur, majalah dan media cetak lainnya. 1.1.6. Pengembangan dan fungsi laboratorium agribisnis Ploting spesifikasi percontohan inovasi teknologi dan kelembagaan agribisnis disesuaikan dengan potensi dan preferensi petani: (1) Kelompok Tani Makmur dusun Dublong dengan spesifikasi inovasi teknologi dan kelembagaan agribisnis domba ekor gemuk dan melon, (2) Kelompok Tani Nakula dusun Kauman dengan spesifikasi percontohan inovasi teknologi dan kelembagaan agribisnis padi dan kacang hijau, (3) Kelompok tani Ngudi Luhur dusun Tumbal dengan spesifikasi percontohan inovasi teknologi dan kelembagaan agribisnis padi, kacang hijau dan pisang, (4) Kelompok tani Setia Tani dusun Ngrapah dengan spesifikasi percontohan inovasi teknologi dan
kelembagaan agribisnis padi, kacang hijau dan pisang, (5) Kelompok Tani Margo Mulyo dusun Krajan dengan spesifikasi percontohan inovasi teknologi dan kelembagaan agribisnis padi dan kacang hijau.
Selanjutnya pengembangan fungsi laboratorium agribisnis khususnya untuk mempercepat defusi inovasi dilakukan dengan membangun jaringan kerja antar kelompok tani dalam kelembagaan Gabungan Kelompok Tani dan kunjungan lapang antar kelompok tani. 1.1.7. Pengembangan sumberdaya petani/kelompok tani
Pada awal pelaksanaan Prima Tani telah dibentuk kelompok tani di setiap dusun dan Gabungan Pengurus Kelompok Tani (GAPOKTAN) di tingkat desa. Namun demikian hanya ada satu kelompok tani yang telah memiliki kinerja yang baik dari segi keorganisasian, institusional dan kinerjanya. Sementara itu Gapoktan dan kelompok tani yang lain masih sekedar nama dan sangat lemah ditinjau dari segi keorganisasian,
institusional serta kinerjanya. Berkaitan dengan masalah tersebut maka inovasi kelembagaan diarahkan untuk memberdayakan Gapoktan dan kelompok tani, yang diawali dengan reorganisasi dan dilanjutkan dengan pembinaan institusional serta penumbuhan dan pengembangan fungsi kelembagaan. Metode dan jenis-jenis pelatihan untuk pengembangan sumberdaya petani dan kelompok tani adalah sebagai berikut:
– Pelatihan inovasi teknologi serta kelembagaan dilakukan dalam forum pertemuan khusus dan pada pertemuan rutin kelompok tani dan gapoktan. Nara sumber dan fasilitator terdiri dari peneliti dan penyuluh BPTP, penyuluh pertanian lapang, dan tenaga fungsional dari satuan kerja RPPK kabupaten, pemandu teknologi dan peneliti dari balit/puslit. Jenis-jenis pelatihan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: (1) Pengelolaan Tanaman dan Sumber Daya Terpadu padi sawah, (2) Pengelolaan Tanaman Terpadu Kacang Hijau, (3) Pengendalian Tikus Terpadu, (4) Pengelolaan Usaha Perbibitan Domba Ekor Gemuk, (5) Pengelolaan hasil ikutan usahatani tanaman dan ternak, (6) Pengolahan pisang, (7) Pengolahan hasil ikutan usahatani melon, (8) Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi, (9) Metode pengujian status hara tanah menggunakan petak omisi, dan (10) Kelembagaan kelompok tani dan gapoktan. – Pelatihan-pelatihan di atas selanjutnya diikuti dengan kerja lapang yaitu penerapan / operasionalisasi di lapang disertai dengan pendampingan oleh peneliti, penyuluh dan tenaga fungsional dari satuan kerja RPPK.
– Disamping metode-metode yang telah dilakukan, juga telah dilakukan kunjungan dan studi banding, yaitu: (1) kunjungan ke Soropadan Agroekspo, (2) kunjungan dan studi banding ke lokasi Prima Tani Kabupaten Magelang, dan (3) kunjungan ke lokasi Prima Tani Kabupaten Bojonegoro.
– Promosi produk dan iptek telah dilakukan pada acara pameran yang diselenggarakan
oleh Dinas Pertanian dan BPTP Jawa Tengah.
1.2. Peluang Keberhasilan
1.2.1. Internal
Dukungan dan keterlibatan institusi lingkup Badan Litbang Pertanian meliputi
bantuan benih kacang hijau, bantuan benih padi, leaflet, brosur, prototipe alsintan, dan
konsultasi iptek.
1.2.2. Eksternal
Dukungan eksternal meliputi: (1) Pemprop dan Pemkab mengalokasikan dana
pendamping untuk pelaksanaan Prima Tani, (2) Petani proaktif berpartisipasi dalam
membangun kelembagaan dan pengembangan penerapan teknologi yang diintroduksikan,
(3) Lembaga perbankan dan pemilik modal perorangan menawarkan permodalan bagi
kelompok tani, (4) Pengecer resmi pupuk bersubsidi memberi kemudahan penyaluran
pupuk melalui kelompok tani. (5) Formulator pupuk dan obat pertanian mensponsori
pertemuan kelompok tani dan gapoktan. (6) Kelembagaan regu tanam bersedia mengikuti
pelatihan tanam padi jajar legowo dan melayani petani untuk menerapkannya.
1.2.3. Pengembangan jaringan kerja sama (internal dan eksternal)
Melalui Gabungan Pengurus Kelompok Tani (GAPOKTAN) ataupun sendirisendiri
kelompok tani telah mampu membangun jaringan bisnis dengan lembaga
perbankan, investor perorangan, distributor pupuk bersubsidi, formulator dan produsen
aneka pupuk alternative, obat-obatan pertanian dan benih aneka hortikultura (melon,
semangka, kacang panjang, dan sebagainya).
1.3. Kinerja Prima Tani
1.3.1. Pembentukan/penguatan kelembagaan tingkat pedesaan
Kelembagaan kelompok tani dan gapoktan telah memiliki struktur, program
kerja, jadwal pertemuan rutin, aturan main dan ketentuan hak dan kewajiban.
GAPOKTAN berfungsi sebagai wadah komunikasi dan kerja sama antar kelompok tani
dan fasilitator interaksi kelompok tani dengan lembaga penelitian, institusi pemerintah,
dan dunia usaha. GAPOKTAN memfasilitasi: (1): penentuan harga dan upah (layanan
traktor, buruh tanam, benih padi, pupuk, layanan irigasi/pengairan); (2) konsolidasi
pengendalian hama tikus terpadu, (3) penjadwalan pengairan, pengolahan lahan dan
tanam, (4) pembagian wilayah kerja layanan traktor dan regu tanam, dan (4) sosialisasi
varietas dan inovasi teknologi lainnya.
Setiap kelompok tani dan GAPOKTAN telah melakukan rintisan pengembangan
modal melalui simpanan pokok, simpanan wajib, simpan pinjam dan pengajuan kredit
perbankan ataupun pemilik modal perorangan. Melalui GAPOKTAN ataupun sendirisendiri
kelompok tani telah mampu membangun jaringan bisnis dengan lembaga
perbankan, investor perorangan, distributor pupuk bersubsidi, formulator dan produsen
aneka pupuk alternative, obat-obatan pertanian dan benih aneka hortikultura (melon,
semangka, kacang panjang, dan sebagainya). Tiga kelompok tani telah mendapatkan
pinjaman permodalan untuk disalurkan kepada anggotanya, baik dari Bank komersial
maupun pemilik modal perorangan. Semua kelompok tani melalui Gapoktan telah
memiliki kontrak penyaluran pupuk dengan pengecer resmi pupuk bersubsidi, formulator
dan produsen pupuk alternative, serta obat-obatan pertanian.
1.3.2. Terpilihnya komoditas dan teknologi unggulan
Sampai dengan akhir tahun 2007 komoditas/produk yang telah mulai dirintis
pengembangannya adalah sebagai berikut: (1) padi mencakup perbaikan teknologi
budidaya dan pengelolaan hasil ikutan, (2) kacang hijau mencakup teknologi budidaya
dan pengelolaan hasil ikutan, (3) domba ekor gemuk mencakup pengelolaan usaha
perbibitan dan pengelolaan limbah, (4) pengelolaan hasil ikutan usahatani melon, dan (4)
pengolahan pisang.
1.3.3. Sinergi program antara Prima Tani dengan program pemerintah daerah dan
pemangku kepentingan lain
– Pemprop: dana bantuan gubernur sebesar 50% dari total anggaran Prima Tani,
dialokasikan untuk pengadaan alsintan dan pembiayaan pertemuan kelompok dalam
rangka pelatihan dan pembinaan inovasi teknologi dan kelembagaan.
– Pemkab: dana sebesar 20% dari total anggaran Prima Tani, dialokasikan untuk
pembangunan jalan usahatani, saluran irigasi, pengadaan ternak dan operasional
tenaga pendamping dari satuan kerja RPPK Kabupaten Grobogan.
– Ditjen P2HP: satu unit ricemill terkait dengan program perbaikan pasca panen.
– Balitkabi: benih kacang hijau varietas kutilang 20 kg dan layanan konsultasi
– Puslitbangtan: leaflet, brosur dan media cetak lain terkait dengan usahatani padi
– BPMKP: program desa mandiri pangan mengalokasikan dana untuk pengadaan ternak
domba dan kambing, serta pendampingan tenaga NGO
– Desa: menyediakan lahan bondo desa untuk uji coba dan percontohan inovasi
teknologi serta lahan untuk secretariat dan gudang saprotan untuk GAPOKTAN
(sayang belum ada dukungan dana untuk pembangunan gedung).
1.3.4. Dampak
– Percontohan inovasi teknologi perbibitan domba dan PTT padi sawah telah digunakan
untuk ajang pembelajaran/tempat kunjungan kelompok tani di kabupaten Grobogan.
– Perbaikan kinerja usaha perbibitan ternak sebagai akibat replikasi inovasi teknologi
oleh petani/peternak. Potensi peningkatan usaha perbibitan domba sekitar 200%.
– Tersedia kompos limbah ternak produk local untuk mendukung pengembangan
usahatani hortikultura (utamanya melon dan semangka)
II. MASALAH DAN UPAYA PEMECAHANNYA
2.1. Masalah
– Beberapa komponen inovasi teknologi belum diadopsi karena masalah pemasaran
produk: varietas baru kacang hijau, arang dan briket arang sekam dan kompos jerami.
– Masih terdapat perbedaan-perbedaan cara pandang antar pelaksana Prima Tani
terhadap dinamika social dan tuntutan-tuntutan lapang dalam pengembangan AIP
maupun SUID.
– Insentif untuk tim Prima Tani, utamanya dari sisi keleluasaan dalam mengalokasikan
anggaran masih sangat kurang.
2.2. Upaya Pemecahannya
– Lebih selektif dalam memilih inovasi teknologi untuk diintroduksikan,
– Melakukan koordinasi dan dialog antar pelaksana secara lebih intensif
– Mengusulkan kepada penentu kebijakan untuk lebih mengacu pada kebutuhan fisik
lapang dalam pengelolaan anggaran.

5 Tanggapan to “Menunggu Visitor dan Investor”

  1. Musrifah said

    Semoga segera datang visitor yang akan memberi insvest pada pengusaha kecil,pondok pesantren,petani dan para swasta di desa kluwan kc penawangan kb grobogan.amin

  2. Bagaimana kalau mbak musrifah ikut andil…?setuju…?saya tunggu…pissssssss…

  3. iwanmalik said

    Salam kenal dari kami

    http://iwanmalik.wordpress.com

    Pelatihan Kewirausahaan

  4. Terima kasih atas infonya…
    Mudah2an ada banyak visitor yg akan memberikan investasinya. Amienn…

  5. khusnul said

    jika jalannya sudah aspal pasti ramai ekonominya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: