Kluwan wordpress

Dari Desa Kembali Ke Desa

Eksekusi Amrozi Cs, Menghitung Jam (Kumpulan berita Eksekusi mati Amrozi, Imam Samudera, dan Muklas)

Posted by kluwan pada 7 November 2008

 Amrozi cs...                                                                                                   Berita tentang Amrozi cs, memang saat ini sedang ramai-ramainya di bicarakan. Entah bagaimana nasib Amrozi cs ini. Indonesia sempat  jadi sorotan publik internasional mengenai ke-tiga Bomber di Bali. Figur yang membuat reaksi Pro dan Kontra ini akan kehilangan nyawa….Ah sudahlah ayo kita baca berita tentang tiga sekawan ini. Ayo baca bareng-bareng saya… 

   Jika tak ada aral melintang, pelaksanaan eksekusi mati trio terpidana bom Bali, Amrozi, Ali Ghufron alias Mukhlas, dan Imam Samudra, tinggal hitungan jam. Ketiga orang yang divonis mati sejak 2003 itu akan menghadapi regu tembak malam ini atau Sabtu dini hari setelah sejumlah upaya dan perlawanan hukum yang dimotori Tim Pengacara Muslim (TPM) menemui jalan buntu. “Ini dengan catatan, Jakarta tak kembali membatalkan di detik terakhir seperti 3 November lalu,” kata sumber berita.

   Salah satu hal yang berpotensi membatalkan eksekusi adalah diberikannya kesempatan bagi mereka bertiga untuk bertemu keluarga serta pengacara. Ini untuk menghindari polemik di kemudian hari soal keinginan terpidana sebelum didor. Seru beritanya ayo lihat seluruhnya dan jangan lupa beri Komentarnya ya?

   Opsi ini dipertimbangkan khusus menyusul safari TPM ke Komnas HAM dan Komisi III DPR di Jakarta seharian kemarin. “Sekali lagi, kini semua terserah Jakarta,” tambahnya. Berdasarkan UU No 2/Pnps/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati, Amrozi dkk telah diberi tahu tentang pelaksanaan eksekusi mati itu sejak Rabu sore lalu (5/11). Yang memberi tahu adalah Kejaksaan Tinggi Bali dan Jateng sebagai eksekutor.

    Pasal 6 ayat 1 mengatur bahwa 3 x 24 jam sebelum saat pelaksanaan pidana mati jaksa memberi tahu pada terpidana. Artinya, eksekusi secepatnya dilakukan nanti malam atau Sabtu dini hari. Namun, hingga kini Amrozi dkk belum mengatakan permintaan terakhirnya. Ini karena mereka terus berteriak, termasuk bertakbir, sejak diberi tahu. “Berhenti berteriak sekitar pukul 19.00 Rabu. Tadi pagi sudah normal dan tenang, tapi belum ditanya lagi,” imbuh sumber yang tak mau dikutip namanya.

    Nusakambangan saat ini 100 persen siap melaksanakan eksekusi mati.Eksekusi akan dilakukan di lingkungan bekas Lapas Nirbaya yang letaknya sekitar enam kilometer sebelah selatan Lapas Batu, tempat ketiganya mendekam sejak dipindahkan dari Lapas Krobokan, Bali, 2005 lalu. Di sana saat ini juga telah siaga sekitar seribu anggota brimob. Ini belum fungsi kepolisian yang lain.

    Beberapa perkembangan terakhir adalah mondar-mandirnya helikopter bernomor 4018 ETA. Heli dengan kopilot Prasetyo itu mendarat dan lepas landas di belakang Lapas Batu hingga tiga kali sejak pukul 09.00 kemarin. Heli itu mengangkut tiga tandu dari kerangka besi dan terpal cokelat untuk mengusung jenazah pada hari H dari Nirbaya ke Balai Pengobatan milik Lapas Batu.

amrozi-cs1Lokasi helipad itu tak jauh dari Amrozi cs yang kini menempati sel isolasi –sel mereka dulu tapi sudah steril dan terbatas– sejak Jumat pekan lalu (31/10). Karena itu, mereka bertiga dipastikan mengetahui semakin meningkatnya aktivitas di sana belakangan ini. “Ini masih ditambah sipir yang mengantarkan nasi cadong ke sel mereka yang kini selalu didampingi brimob,” imbuhnya. Mereka membayar nasi cadong itu karena menganggap haram memakan sesuatu yang diberikan pemerintah Indonesia.

Selain tandu yang kini ditaruh di Nirbaya, sebuah tenda berukuran 4 x 4 meter juga didirikan di belakang Balai Pengobatan milik Lapas Batu yang akan digunakan sebagai lokasi otopsi dan menjahit luka lubang akibat tembakan. Di sana juga telah ada drum air untuk memandikan jenazah setelah otopsi. Kain kafan pun siap. Namun, sumber koran ini tidak memastikan apakah jenazah Amrozi cs akan disalatkan sebelum diterbangkan menggunakan helikopter. Kemarin ketiganya juga menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kesiapan dieksekusi.

Dia juga tidak memastikan apakah Amrozi dkk hari ini diizinkan salat Jumat berjamaah di masjid dalam lapas. Perkembangan lain adalah telah sterilnya kawasan Nirbaya. Sebab, sekitar 50 penyadap gula kelapa dan jeruk yang sehari-hari menggarap kebun milik Lapas Batu yang bekerja sama dengan sebuah koperasi itu dipindah ke daerah lain kemarin pagi.

“Rencana yang berubah adalah heli tidak jadi standby di Nusakambangan, tapi datang menjemput jenazah pada Sabtu pagi dan lalu kembali terbang,” beber sumber yang lain. Mukhlas dan Amrozi akan diterbangkan ke Lamongan via Semarang untuk mengisi bahan bakar, sedangkan Imam langsung ke Serang, Banten.

Namun, keputusan Kejagung melakukan eksekusi membuat keluarga Amrozi marah. Melalui Ali Fauzi, adik Mukhlas dan Amrozi, pihaknya akan menggugat pemerintah. ”Ini benar-benar tak manusiawi,” keluhnya. Menurut dia, hukuman mati adalah jurang yang sangat dalam dan tak bisa dilewati. Sekali dieksekusi, tak mungkin hidup kembali. Pemerintah harus memberi kesempatan pertemuan terakhir dengan keluarga. Apa yang dilakukan Kejagung sama dengan menumbuhkan bibit dendam yang tak perlu.

Hal senada diucapkan koordinator TPM Jawa Timur Fahmi H. Bachmid. ”Semua prosedur administrasi dengan mengirim surat permohonan izin berkunjung dan pendampingan eksekusi sudah kami kirim. Namun, hingga kini belum ada jawaban (dari Kejagung),” keluhnya. Bila Kejagung nekat mengeksekusi tanpa kehadiran TPM, Fahmi mengingatkan konsekuensinya. ”Lihat nanti, urusan akan panjang,” ancamnya.

Mereka berharap bisa datang dan ikut mendampingi proses eksekusi. Apalagi, pesan terakhir Mukhlas dan Amrozi (yang dikatakan saat dibesuk), mereka ingin bertemu dulu dengan istri-istrinya. Para istri Mukhlas dan Amrozi kini sudah berkumpul di Tenggulun, Lamongan. ”Kalau sudah ada izin, kami akan langsung bergerak ke Cilacap,” tegasnya.

Sementara itu, petugas mulai memperketat penjagaan sejumlah objek vital di Cilacap. Selain Pertamina, bank-bank yang ada di kota pantai itu kini dijaga tim gabungan TNI-Polri. Tapi, penjagaan di Dermaga Wijayapura yang menjadi dermaga utama penyeberangan ke Nusakambangan belum menunjukkan peningkatan. Pemeriksaan masih 200 meter dari pintu gerbang dan belum ada penambahan personel. Satu-satunya penambahan adalah tenda komando yang telah didirikan.

Perahu compreng yang biasanya bisa disewa untuk menyeberangkan orang dan motor ke Nusakambangan juga diminta berhenti beroperasi sejak kemarin hingga Sabtu (8/11). Begitu pula proyek pengaspalan jalan di Nusakambangan, yang menghubungkan satu lapas satu dengan yang lain diminta berhenti. Mereka baru boleh beroperasi kembali pada Minggu, 9/11. “Suasana di Nusakambangan malam ini masih tenang-tenang saja,” imbuh sumber itu.
“Belum ada (eksekusi) malam ini,” ujar seorang pejabat Kejaksaan Agung (Kejagung) kepada persda network, Kamis (7/11). Penegasan senada disampaikan petinggi aparat keamanan di Cilacap. “Masih belum ada kejelasan (eksekusi),” tegasnya.
Kabar Amrozi Cs akan dieksekusi,sudah berhembus sejak Rabu malam (5/11). Namun hingga Kamis dini hari, eksekusi juga belum dilaksanakan. Kamis siang (6/11), isu eksekusi makin kencang.
Berhembusnya kabar eksekusi Amrozi Cs, bermula dari pemberitahuan eksekusi kepada Amrozi Cs pada Rabu sore (6/11). Sumber Persda Network menjelaskan, saat penyerahan pemberitahuan eksekusi tersebut, Amrozi,Imam Samudera dan Mukhlas alias Ali Gufron menolak. “Ketiganya menolak pemberitahuan. Mereka bertakbir,” terangnya.
Surat pemberitahuan tersebut sesuai ketentuan pasal 6 ayat 1 UU Nomor 2/Pnps/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Eksekusi. Dalam ketentuan tersebut, jaksa eksekutor wajib memberitahukan kepada terpidana,paling lambat 3 x 24 jam sebelum eksekusi.
Kamis Sore, tim dari Kejati Banten mendatangi kediaman Imam Samudera di Serang. Namun kedatangan tim yang terdiri dari Kejari Serang dan Asisten Intelijen (Aspintel) Kejati Banten ditolak. Ibu Imam Samudera Embay Badriyah dan seluruh anggota keluarga Imam menolak menerima kedatangan rombongan Kejati.
Menurut ketua dewan syuro Tim Pembela Muslim (TPM) Hasyim Abdullah, keluarga tidak mau menerima kedatangan rombongan Kejati Banten, karena belum diizinkan oleh Kejati Banten membesuk Amrozi Cs di Nusakambangan.
Anggota TPM Achmad Michdan menegaskan, pemberitahuan eksekusi kepada ketiga terpidana harus dibuatkan berita acara. “Kalau mereka menola menerima pemberitahuan eksekusi,harus dibuat berita acaranya dong,” lanjutnya.
Selain itu, ketiga terpidana juga tetap diberikan hak untuk menyampaikan pesan setelah ada pemberitahuan tersebut. Menurut Michdan, sesuai pasal 6 ayat 2 UU Nomor 2/Pnps/1964, maka terpidana wajib diberi hak menyampaikan pesan sebelum dieksekusi.
Karena hak-hak tersebut belum diberikan, TPM secara tegas menyatakan Kejaksaan tidak memiliki hak untuk melakukan eksekusi.

                                                                                JAmrozi csakarta.Kejagung tetap menutup rapat kapan waktu Amrozi cs akan dieksekusi. Meski banyak spekulasi yang menyebut terpidana bom Bali I itu akan dieksekusi Sabtu (8/11/2008) besok, Kejagung tetap menolak memberi kepastian.”Belum. Belum ada kepastian. Waktunya kan juga belum,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Jasman Panjaitan ” Jumat (7/11/2008).

Jasman mengatakan, yang mengetahui pasti eksekusi mati Amrozi cs hanya orang-orang di lapangan. “Ya kita tunggu saja. Yang tahu itu kan yang di lapangan. Kita menunggu,” tegasnya.

Eksekusi mati Amrozi, Imam Samudera, dan Muklas akan dilakukan di Bukit Nirbaya. Jaraknya cukup jauh dari LP Batu, tempat tiga terpidana mati ditahan. Jarak LP Batu ke Nirbaya sekitar 3 KM.

Sebelumnya, ada sumber  menyatakan eksekusi Amrozi akan dilaksanakan 7 November 2008 pukul 03.00 WIB. Namun eksekusi mati tersebut ditunda karena ada kendala teknis di lapangan.

SemarangMeski belakangan ini pemberitaan mengenai eksekusi terus bergema, Amrozi Cs tenang-tenang saja. Mereka sama sekali tak terpengaruh.”Laporan terakhir mengenai mereka (Amrozi Cs) saya belum tahu. Tapi sejauh ini, saya merasa mereka tak terpengaruh (berita-berita) eksekusi,” kata Kepala Pemasyarakatan Depkum HAM Jateng, Bambang Winahyo, ketika dihubungi melalui telepon, Jumat (1/8/2008). Bambang mengaku berulang kali ke LP Nusakambangan dan bertemu dengan ketiga terpidana. Menurutnya, tak ada yang berubah pada diri ketiganya. Dua bulan terakhir, pihak Depkum HAM membatasi kunjungan keluarga kepada Amrozi Cs. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Hanya keluarga yang punya hubungan darah ya boleh menjenguk. Jumlahnya pun dibatasi,” ungkapnya. Bambang mencontohkan, jika dalam satu waktu ada 10 anggota keluarga yang menjenguk, maka waktunya dibuat bergiliran. Satu kelompok terdiri 5 orang dan boleh menemui dalam waktu yang terbatas. Mengenai teknis pelaksanaan eksekusi, Bambang mengaku tidak tahu. Sementara, Kabid Humas Polda Jateng, AKBP Syahroni menjelaskan, tiga terpidana akan dieksekusi tiga regu tembak. “Kami siapkan tiga regu tembak. Tiap regu berjumlah 14 orang,” katanya di Mapolda, Jalan Pahlawan Semarang.

Jakarta.Terpidana mati Bom Bali I, Amrozi, Imam Samudra dan Muklas akan segera dieksekusi. Jika eksekusi dilakukan, pihak keluarga akan menuntut Kejaksaan Agung. “Saya pikir, keluarga akan menuntut baik dunia dan akhirat,” ujar salah satu anggota Tim Pengacara Muslim (TPM), Fahmi Bachmid di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (31/7/2008). Menurut Fahmi, eksekusi yang akan dilakukan pada Amrozi cs dapat dinilai sebagai upaya pembunuhan berencana. Oleh karena itu, tidak tertutup kemungkinan jika teman-teman Amrozi akan melapor ke pihak yang berwajib. Hal ini disampaikan Fahmi beserta 5 anggota TPM yang lain usai menemui Sesjampidum, Muzamni Merah Hakim. TPM meminta agar eksekusi Amrozi ditunda dahulu sebelum surat mengenai penolakan putusan Mahkamah Agung (MA) tentang PK menjadi jelas. Sebelumnya, 23 Juli lalu tim jaksa dari Kejari Bali dan Kejati Jawa Tengah mengunjungi Amrozi Cs, di Nusakambangan, Jawa Tengah untuk menyerahkan surat pemberitahuan dari panitera MA. Isinya mengenai penafsiran UU kehakiman bahwa PK hanya dapat diajukan satu kali. Namun Amrozi menolak untuk menandatangani. 

Jakarta. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta untuk melakukan moratorium (penghentian atau penghapusan) hukuman mati Amrozi Cs. Alasannya, hukuman mati dengan alasan apapun melanggar hak asasi universal. “Kita minta Presiden untuk moratorium hukuman mati, termasuk pidana mati terhadap Amrozi,” kata Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Patra M Zen kepada detikcom, Kamis (31/7/2008). Moratorium terhadap hukuman mati ini, lanjut Patra, bisa dilakukan dengan cara mengabulkan grasi yang diajukan para terpidana mati. “Hukuman mati terhadap Amrozi melanggar hak asasi universal yang fundamental,” jelasnya. Menurut Patra, bila memang Presiden ternyata mengabulkan, maka hukuman bisa diganti dengan pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara. Penggantian hukuman ini juga mendapatkan hak sama seperti terpidana lainnya, seperti mendapatkan remisi. Untuk kasus Amrozi cs sendiri, Patra mengaku, mendapatkan email yang dikirimkan ke tim pengacara muslim (TPM), tentang penolakan beberapa keluarga korban Bom Bali I di Australia. “Mereka justru meminta tidak dihukum mati dan menentangnya dengan alasan tidak setuju. Memang tidak semua meminta hal itu,” ungkapnya. Patra sendiri berpendapat, tidak ada alasan penghapusan hukuman mati ini menimbulkan rasa tidak adil bagi korban kejahatan para pelakunya. Penerapan hukuman mati di Indonesia dirasakan tidak adil karena hanya dilakukan secara diskriminasi atau pilih-pilih. “Kenapa Tommy yang menjadi pelaku pembunuhan hakim tidak? Para koruptor kakap tidak? Ini kan tidak adil juga. Namun bila ada keluarga korban yang merasakan itu tidak adil, ya harus dihormati juga

Semarang ( Berita ) :  Departemen Hukum dan Hak Azasi Manusia (Depkumham) Jawa Tengah tidak memberikan izin kepada media massa untuk meliput eksekusi terpidana mati Bom Bali I, Amrozi, Imam Samudra, dan Mukhlas. “Sejak Sabtu (25/10) baik media massa maupun keluarga narapidana tidak diizinkan kunjungan ke LP Nusakambangan,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Depkumham Jateng, Bambang Winahyo, di Semarang, Kamis [30/10] . Bambang menjelaskan, sudah ada beberapa media massa yang telah mengajukan izin peliputan. Namun, ia mengaku, tidak ada satu pun media massa baik itu dari dalam negeri atau luar negeri yang diizinkan masuk ke Nusakambangan. Bambang mengatakan, kebijakan pelarangan liputan media massa ke LP Nusakambangan tersebut berlaku sejak Sabtu (25/10) sampai waktu yang belum ditentukan. Ditanya soal izin kunjungan keluarga Amrozi dan kawan-kawan, Bambang mengaku hal tersebut merupakan kewenangan eksekutor. Menjelang pelaksanaan eksekusi tiga terpidana mati kasus Bom Bali I, pengamanan di Pulau Nusakambangan, Cilacap, terus ditingkatkan. Kejakgung sebelumnya menyatakan eksekusi terhadap Amrozi dan kawan-kawan, akan dilaksanakan pada awal November 2008 mendatang. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Jasman Pandjaitan, di Jakarta, Jumat (24/10), menyatakan upaya hukum Amrozi dan kawan-kawan sudah final dan mengikat. “Ketiga terpidana tidak mengajukan grasi, sehingga eksekusi segera dilakukan,” katanya. Sementara pihak Kepolisian Daerah Jawa Tengah menurut Kapolda Jateng Irjen Pol FX Sunarno telah menyiapkan tiga regu tembak untuk mengeksekusi tiga terpidana mati bom Bali I Amrozi, Imam Samudra, dan Mukhlas. “Satu orang satu regu. Kalau ini tiga orang berarti ada tiga regu tembak,” kata Kapolda Jateng, Irjen Pol FX Sunarno, di Semarang, Selasa(21/10).

 

 

 

 

 

 

30 Tanggapan to “Eksekusi Amrozi Cs, Menghitung Jam (Kumpulan berita Eksekusi mati Amrozi, Imam Samudera, dan Muklas)”

  1. Menghitung Hari…. Senin-selasa-rabu-kamus-jum’at-sabtu- minggu ke Senin Lagi deh!

  2. itu nama-nama hari…

  3. nun1k04a said

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur http://www.infogue.com/info/cinema/& http://www.infogue.com/game_online & http://www.infogue.com/kamus untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://nasional.infogue.com/eksekusi_amrozi_cs_menghitung_jam_kumpulan_berita_eksekusi_mati_amrozi_imam_samudera_dan_muklas_

  4. prediksi said

    IMAM SAMUDRA cs

    RASIONALIS-SPRITUALIS. Dua kata ini dapat menggambarkan pribadi dari sosok IMAM SAMUDRA yang menjadi sorotan dunia. Walau begitu tidak semua orang dapat memahami jalan pemikirannya; yang kelihatan terbalik dengan pemahaman kebanyakan orang. Kepercayaan dirinya yang begitu tinggi hingga menampilkan kesan superior yang menggambarkan bahwa hanya dia saja yang paling benar. Jangan ragukan seberapa besar, seberapa dalam keyakinannya yang menacap di dalam dadanya. Dengan ini semua dia sanggup menerima segala konsekwensi dari semua yang telah diyakininya. Jiwa kepemimpinan yang terus menyala dalam dirinya menghantarkan seolah-olah aku lah sang pembaharu pembawa perubahan. Dalam dirinya senantiasa berkecamuk rencana-rencana yang meski dijalankannya. Walau begitu kadang dia pun tak tuntas menyelesaikan rencana yang telah disusunnya dan kemudian beralih pada rencana lain yang dianggapnya lebih menantang, cepat bosan dan terkadang mengulang-ngulang satu pekerjaan adalah sisi lain yang dimilikinya. Kelemahan fisik yang laten terletak pada organ : persendian dan persyarafan, kepala, saluran pernapasan terutama paru-paru. Baik berkolaborasi dengan mereka yang mempunyai tanggal lahir 4, 24 dan 7.

    PREdiksi tahun 2008

    14 april 2008 – 13 juli 2008

    Ini adalah gambaran yang dominan terjadi pada kurun tahun 2008, satu kondisi kejiwaan yang menggambarkan terasa begitu nyaman, terasa begitu akrab, terasa begitu berartinya, terasa begitu indahnya kebersamaan dan kekeluargaan. Saat ini begitu terasanya arti persaudaraan dan persahabatan yang sebenarnya. Saat ini lah jelas terlihat siapa teman anda yang sebenarnya. Gangguan kesehatan yang harus diwaspadai terutama pada organ reproduksi dan perkemihan.

    14 oktober 2008 – 13 nopember 2008

    Masa yang harus diwaspadai, ada gambaran keterpurukan dan jatuh tersungkur kedalam tanah. Ada kelompok yang kelihatan tidak menginginkan anda ada.Gangguan kesehatan yang harus diwaspadai terutama organ pencernaan terutama liver.

    14 desember 2008 13 januari 2009

    Ada seolah selubung kabut tipis yang menyelimuti anda. Ini membuat anda seakan tak bisa melihat dengan jernih dengan jelas apa yang bakal terjadi. Dari symbol angka yang terlihat memperlihatkan titik perputaran darah yang tidak berujung pangkal. Gangguan kesehatan yang harus diwaspadai terutama system peredaran darah dan jantung.

    Semoga Allah mengampuni segala khilap dan dosa dan menerima segala amal baik yang telah dipebuatnya.

    Ini hanya PREdiksi semata, karena hanya Allah saja Yang Maha Benar atas segala kehendak-Nya.

  5. Wisnu said

    Enak bener dihukum mati… trus gak merasa bersalah lagi..

    mendingan di silet aja kulitnya trus siram cuka seumur hidup… biar mereka juga merasakan yg dirasakan sakitnya para korban…

    kok lama bangets yah,dieksekusinya, gw males nonton beritanya itu2 melulu… orang biadab kok di ekspose…

    Jihad yang salah! trus ngotot benar…

  6. Nurta San said

    Kalo mo jihad di Iraq aja kali ya? kemungkinan matinya juga lebih cepat…😀

  7. rhomiezf said

    semoga masuk surga ya? he.he

  8. Ratu Adil Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu said

    trio setan !!!

  9. ryokochou said

    eksekusinya terlalu lama niih~~

  10. Eksekusinya nggak jadi, karena Hakim Maha Agungnya belum setuju.

  11. han-han said

    wah panjang banget ceritanya. tapi dah eksekusi nih yah?

  12. bangzenk said

    Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun. semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT juga diampuni dosa-dosanya. Smoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

    Aamiin.

    Turut berbelasungkawa.

  13. coy said

    udh deh amrozi cd udh ga da

    gbu

  14. […] Image source: Kluwan […]

  15. piqdud said

    kasihan, ko banyak org2 yg menuduh dy jahat sih, emang udah pasti dy yg nge-bom, coba deh, klian2 yg menuding dy jahat cari tw dr awal, sbnrnya ada misteri yg blm trungkp, tp intinya smua kita balikin lg ke ALLAH, smg smw dibalas oleh ALLAH dgn sebaik2nya krn ALLAH adalah Yang Maha Adil..

  16. arya said

    q sangat seneng mereka telah mampus, merka pantas mendapat itu, biar mereka tau di alam sana apakah yang mereka lakukan itu benar atau salah…..semoga kita slalu terjaga dari orang2 yang salah jalan

  17. ricohsanusi said

    innalillahi wainailaihiroziun…

  18. suaraboalemo said

    Heran sja dengan Para Pemimpin Negeri Ini.
    Mengurus 3 Binatang saja kelamaan.
    Tapi Syukurlah 3 binatang haram itu telah mampus.
    semoga kita tidak termasuk binatang-2 peliharaan agama
    yang tidak punya nurani membunuh manusia lainnya.
    Salam Kemanusiaan.

  19. luthfis said

    Alhamdulillah para teroris itu akhirnya mati juga…

    semoga setelah ini tidak akan ada lagi yang menodai ajaran rahmatan lil alamin Islam….

  20. Al Askari said

    LA HAULA WALA QUATA ILLA BILLAHIL ALIYYIL ADZIM

  21. kaum muslim wajib tidak percaya kalau Amrozi cs mati, terbukti tidak ada satu bukti konkrit mayat yang nampak dalam kamera, rumitnya proses eksekusi, yang jelas berbagai macam kehanggalan sangat nampak sekali. saya mengikti secara langsung perjalanan kasus amrozi cs, mulai saat peledakan di Bali, reka ulang dan saat eksekusi semua nampak kebongan dan tipuan belaka. secara historis bahwa amrozi dkk itu adalah orangnya AS terbukti kasus afgan, moro, serbia amrozi dkk sudah dikirim sebagai intergen AS. setelah itu mengacak-acak indonesia.

  22. matbarjo said

    mbuh kabeh…….

  23. alparangun said

    jangan kite memperburuk-burukan orang yang telah pergi,kerna Allah sahaja yang mengetahuinya.mungkin mereka bertiga adalah baik dari kita.kita merasakan diri kita sudah bagus mungkin kita adalah yang paling hina di sisi Allah.

    SEMOGA ALLAH MERAHMATI ROHNYA.

    AL-FATIHAH

  24. satana said

    R.I.H [Rest In Hell] Amrozi CS.
    Fire in the hole !!!
    The Terrorist Has Been Defeated !!!
    Mission Accomplish !!!

  25. Mazhab Cinta said

    Innalillahi wainna-illaihi roji’un….. berakhirlah sudah cerita tragis dari seorang ‘pejuang’yang membantai atas nama Allah, ooooh mengapa dengan tangan2mu kalian penuhi isi neraka, oh betapa mulianya dengan Akhlakmu kalian hantarkan makhluk Alloh jalan ke-Surga. Allahu a’lam bis-sawab.

  26. Zasanet said

    Sudah selesai rupanya kontrak mereka dibumi,..
    Bismillah dulu……
    Shalawat dulu ahh…
    Fatechah dulu ahh…
    ……….
    Duh..GUsti yang Maha Segala..
    Tunjukkanlah kebenaran di mata dan hati kami..
    agar tiada fitnah dan dengki diantara kami..
    sungguh tiada satu kebenaran maupun pembenaran didunia
    kecuali yang datang dariMU duh GUstiku.
    Amien…

  27. ukhti.tiwi said

    mas beritanya ta kirim ke blog ku boleh ya….
    Terima kasih…

  28. taxiksa said

    Silahkan ukhti, dengan senang hati😀

  29. pembasmi teroris said

    Memang harus di bunuh tugg teroris

    klo perlu disiksa dulu…. sampe dia mau mampus….

    bis itu langsung bunuh aja

    mayatnya buang ke sungai……

  30. riki said

    aq rs mrk g’ brslh,aq mlht mka mrk sngt damai n brseri2,orng briman t mgkanya damai tdk ksam.qt slma ne trlalu mngikuti asutan setan n dndm setan.aq berbela sungkawa sedlm2nya trhdp kel yang dtngglkn,tp lw seandainya mrka slh qa mnynygkn tndkan mrka.tp tdk hruz dihkm dgn cra eksekusi mti tsb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: