Kluwan wordpress

Dari Desa Kembali Ke Desa

Fatwa MUI di SAMARINDA, Rokok Haram Atau Makruh Terserah Umat

Posted by kluwan pada 22 Januari 2009

MUI : Rokok Haram Atau Makruh Terserah Keyakinan Ummat

Samarinda ( News) – Polemik tentang fatwa rokok kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) samarinda, KH. Zaini Naim tidak perlu diperdebatkan.
“Masalah rokok haram atau makruh tidak perlu diperdebatkan. Terserah keyakinan ummat, jika menganggap rokok itu haram silahkan, namun jika ada yang meyakini hukumnya makruh itu hak mereka,”ungkap KH. Zaini Naim dikonfirmasi, Rabu.
KH. Zaini Naim yang juga sebagai Komisi Fatwa MUI mengakui, masalah rokok merupakan persoalan khilafiah sehingga harus meminta pendapat ulama.
“Karena pada zaman nabi rokok belum ada, serta secara eksplisit dalam Alquran juga tidak diatur secara tegas, sehingga masalah itu sebagai khilafiah yang harus meminta pendapat MUI,” katanya.
“Menurut saya, jika tidak ditemukan dalil bersifat umum maka harus dicari dalil bersifat khusus. Namun, keputusan akan fatwa rokok haram atau makruh akan dibicarakan pada pertemuan MUI se-Indonesia yang akan berlangsung di Padang,” ungkap Ketua MUI Samarinda.
Digambarkan, merokok haram hukumnya berdasarkan makna yang terindikasi dari zhahir ayat Alquran dan As-Sunah serta i`tibar (logika) yang benarsesuai Firman Allah, “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah: 195).
“Makna dari ayat itu menyiratkan, merokok termasuk kebiasaan yang mencampakkan diri sendiri ke dalam kebinasaan sehingga jika merujuk pada ayat tersebut, rokok dapat dikategorikan sebagai perbuatan haram,” imbuhnya.
“Sementara, dalil As-Sunah sesuai hadis shahih dari Rasulullah saw, bahwa beliau melarang menyia-nyiakan harta dengan mengalokasikannya kepada hal-hal yang tidak bermanfaat. Membeli rokok oleh sebagian ulama termasuk pengalokasian harta pada hal yang tidak bermanfaat,” ujar K.Zaini Naim.
Dalil lain lanjut Ketua MUI Samarinda tersebut, Sabda Rasulullah saw yakni, “Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain.” (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).
“Namun, masih ada sebagian kyia berpendapat bahwa merokok itu hukumnya makruh. Sebagian lagi ulama memandang bahwa orang yang merokok itu mulutnya berbau kurang sedap yang mengganggu orang lain sehingga menyebut merokok sebagai perbuatan makruh,” katanya.
Sementara, salah seorang warga Samarinda, Syafri mengaku, tidak akan terpengaruh fatwa MUI tentang rokok.
“Apapun keputusan MUI, bagi saya merokok adalah sebuah kebiasaan yang tidak bisa saya tinggalkan begitu saja. Sepengetahuan saya, masalah rokok tidak diatur secara tegas dalam Alquran dan hadist Nabi, sehingga saya kurang sependapat jika rokok itu difatwakan haram,” ungkapnya.
Warga lainnya Agus, mengungkapkan, kebiasaan merokok merupakan perbuatan yang sudah lazim dilakukan masyarakat, sehingga jika hal itu dilarang mestinya kata dia, perusahaan rokok yang harus dihentikan.
“Rokoknya yang harus dihilangkan atau paling tidak penjualannya dibatasi seperti miras yang dijual pada tempat-tempat tertentu saja. Walaupun dilarang tetapi tetap dijual bebas, pengaruhnya tidak akan efektif,” ujar Agus.(*)

COPYRIGHT © 2009 ANTARA

4 Tanggapan to “Fatwa MUI di SAMARINDA, Rokok Haram Atau Makruh Terserah Umat”

  1. ^SM^ said

    hmmmmm…… kl ada fatwa haram….

    maka rokok tidak boleh lagi di jual bebas….

    kl sempet kejadian gitu kasian juga ya para petani tembakau

    jadi bingung saya

  2. Ruli said

    Menanggapi banyaknya nada-nada sumbang tentang keberadaan Everesta Media dengan harga recovery data yang agak mahal yaitu 5 juta. Ada pengalaman yang justru tidak masuk akal. Saya Ruli, tinggal di Serpong (BSD), 38 tahun. Karyawan salah satu Bank Swasta di Jakarta Barat. MOHON MAAF kalau tulisan ini bukan bermaksud menjelek-jelekan orang atau organisasi tertentu. Tapi untuk penyeimbang berita saja.

    Ada suatu cerita. Boleh percaya boleh tidak. Tepatnya di awal Februari 2008 lalu, saya pernah menemukan masalah. Sore hari, laptop Toshiba saya tiba-tiba hang. Seperti biasanya saya segera matikan listriknya, lantas saya restart ulang. Biasanya mau lagi berjalan normal. Tetapi sekarang ini sepertinya lain, hanya tampilan ‘blue screen’ dengan tulisan bahasa aneh, agak sedikit bunyi aneh klak-kletek, dan saya pun tidak tahu artinya. Lantas saya copot hardisknya untuk di-copy ke PC, dengan memakai external case SATA ternyata sama saja & ada bunyi kletak-kletek.
    Akhirnya, saya membawa ke beberapa tempat recovery data di daerah Harco Elektronik dan Mangga 2 Mall. Seperti biasa, saya menunggu beberapa hari. Tetapi saya tidak menegerti, ternyata mereka gagal menyelamatkan data saya dengan alasan bahwa kerusakannya adalah pada piringan/disk hardisk saya sudah parah (tergores). Saya pun mengambil harddisk SATA Seagate Momentus saya, dan mencoba merecover lagi ke beberapa tempat lain. Ternyata sama. Mereka gagal. Sama saja, terakhir saya coba lagi membawa ke jasa recovery data di bilangan Mall Ambasador, Jl.Setiabudi Sudirman, daerah Jakarta Barat juga, dan banyak tempat lain. Ternyata hasilnya sama saja. Padahal mereka juga mengaku-ngaku adalah master, ahlinya atau yang terbaik.

    Entahlah saya hampir putus asa. Saya sudah bingung harus kemana lagi saya antar harddisk saya agar dapat diselamatkan data – data penting di dalamnya. Saya juga hampir putus asa. Akhirnya saya coba terus mencari di Internet, di salah satu situs iklan gratis tampa daftar, saya menemukan Everesta Media, salah satu jasa penyelamat data, situsnya http://www.everezta.com. Awalnya saya sempat ragu – ragu dengan sosok Everesta Media. Karena sebelumnya, saya sempat membaca beberapa tulisan-tulisan bernada sumbang tentang Everesta dari berbagai pihak! Mengatakan, bahwa tempat Everesta Media tidak meyakinkan sekali! Tetapi, saya coba untuk tidak mudah percaya langsung dengan tulisan mereka. Karena belum ada buktinya bagi saya! Ya. Coba-coba dululah siapa tahu lain apa yang banyak pihak propagandakan. Mungkin juga, sosok Everesta tidaklah seperti tulisan yang pernah saya baca. Di tengah keputus-asaan, karena Everesta juga saya pikir akan sama dengan yang lain sebelumnya. Awalnya iseng-iseng saja kalau saja mereka bisa. Saya coba -coba menelpon ke pihak Everesta Media. Ternyata, mereka meminta saya mengantarkan harddisk saya ke tempat mereka di daerah Lenteng Agung arah Depok. Akan tetapi kalau diambil oleh mereka, dikenakan biaya, yaitu untuk biaya pengecekan dan transportasi, yaitu sebesar tujuh puluh lima ribu rupiah dibayar di muka. Awalnya saya ragu-ragu dan ciriga. Akhirnya, dari pada repot – repot pikir saya, karena juga saya juga agak sibuk waktu itu. Saya meminta mereka segera datang mengambil harddisk tersebut untuk direcover ke kantor saya. Saya pun harus bersabar lagi menunggu jawaban dari pihak mereka.

    Keesokan harinya saya ditelpon pihak mereka / Everesta Media, walau sempat tidak percaya. Mereka mengabarkan kepada saya, bahwa harddisk SATA saya dapat diselamatkan mereka, karena belum sempat dibongkar dalamnya. Katanya keberhasilan recovery data minimal 80% bukan 100%, juga waktunya agak lama minimal satu minggu, alasannya bahwa kerusakan harddisk saya tergolong sangat parah secara fisik (katanya ada sudah bunyi, head bacanya rusak, tidak terdetek BIOS lagi dan sudah banyak “bad sector area”). Mereka mengajukan biaya recovery data sebesar 5 juta rupiah. Jumlah yang sangat mengejutkan saya. Alangkah kagetnya saya! Saya tidak percaya!!! Mahal sekali! Mahal sekali mas!!!! Padahal tidak seperti di tempat – tempat lain yang pernah saya tanya, jauh lebih murah! Karena mahalnya saya bingung sekali, takut sekali telah ditipu Everesta Media! sempat saya akan membatalkan saja. Saya curiga juga takut ditipu oleh mereka (pihak Everesta).Karena terus penasaran di hati saya, saya coba lagi tawar harganya agar dapat lebih murah. “Jangan mahal-mahal…..!” Entahlah, mereka tetap keras kepala! Tetap saja, mereka (pihak Everesta Media (http://www.everezta.com) tidak mau agar biayanya lebih murah, alias tidak dapat ditawar lagi biayanya. Karena terpaksa juga & pasrah, mau tidak maulah! harus kemana lagi saya coba merecover data saya dengan harga jauh lebih murah, Sementara mereka belum tentu menjamin sanggup! Sebagaian besar mereka telah menyerah tak sanggup/ gagal. Akhirnya dengan terpaksa, saya menyetujui juga dengan biaya 5 juta rupiah secara tunai. Asalkan data-data saya benar – benar telah berhasil diselamatkan! Itu janji saya pada pihak Everesta Media.

    Bingung dan sangat mencurigakan juga cara kerja Everesta Media seperti apa. Terpaksa harus menunggu lebih seminggu tampa ada kejelasan. Tak sabar, akhirnya setelah 8 hari, mereka (pihak Everesta Media) tiba-tiba menelpon lagi kepada saya, dan memberitahukan bahwa sudah selesai semua data saya diselamatkan, diminta saya segera membuka e-mail saya, karena laporan datanya sudah dikirim. Segera saya cek e-mail saya, ternyata benar data saya sudah ada semua. Diminta juga, saya segera menyiapkan pembayarannya mutlak secara tunai 5 juta rupiah. Saya tidak mau rugi dong! saya harus cek lagi lebih detail apakah benar – benar data saya sudah ada. Saya mencoba mengingat satu – persatu data – data penting saya, yang sebagian besar saya sudah tak ingat lagi satu persatu. Ternyata benar! Aneh, sangat tidak dapat dipercaya!!! mereka telah berhasil menyelamatkan data-data saya! Atau mungkin Everesta sedang kebetulan ‘hoky’ jadi dapat menyelamatkan data-data saya. Aneh! Mungkin saja….! Percaya tidak percaya! Tak perduli, walaupun banyak nada sumbang tentang Everesta lantaran tempatnya tidak meyakinkan yang masuk gang itu! Tak terkecuali photo-photo anak saya waktu lahir dulu.Sangat mahal bagi saya, biaya recovery datanya! tidak seperti di tempat-tempat lain yang pernah saya tanya. Walaupun, pertama-tama saya curiga takut ditipu pihak Everesta karena tempatnya tidak meyakinkan. Sebenarnya jujur dalam hati kecil saya, terpaksa harus puas juga dengan harga 5 juta rupiah. Saat ini, sangat tidak penting seperti apa tempat Everesta Media, siapa – siapa saja yang anggotanya, bagaimana cara kerja mereka, dan berapakah personil dari Everesta Media itu?! Justru yang terpenting bagi saya Everesta Media adalah lebih dan memiliki nilai tambah dari dari yang lain! Karena terbukti telah berhasil menyelamatkan data-data penting saya, bahkan yang sudah lama dihapus sekalipun. Sementara di tempat lain sudah gagal / menyerah.

    Ruli, Serpong (8-1). Sekali lagi. Percaya atau tidak cerita. Terserah anda, jangan tuntut saya telah menipu anda di hari akhir kelak! Mau dianggap fiktip belaka silahkan. Terserah anda juga. Karena kebenaran cerita ini tidak akan pernah dibuktikan kebenarannya! Jangan tanya saya fiktip atau tidak. Hanya saja.Terima kasih kalau anda telah mau membacaya.

  3. Jupri said

    Menurut saya rokok ya tetep makruh.
    kalau alasannya merugikan kesehatan, kan banyak tuh yang merugikan kesehatan : kolesterol, lemak kambing dan sapi, jeroan ( karena banyak mengandung purin ) yang bisa mengakibatkan asam urat, rematik dan resiko penyakit jantung.
    Apa lantas jeroan ( ampela, limpa, usus dll) haram juga ????

  4. Vai Hinduan said

    @ Ruli…
    Udah ngepost panjang.. salah kamar lagi…

    klo masalah Haram, tinggal kita liat aja dech…
    klo MUI gak berani nutup seluruh Pabrik Rokok, biar laknat yg menantinya..
    karena membiarkan barang yg sudah dikatakan(sepihak)haram, tapi masih dibiarkan beredar…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: